Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Ujung Tombak Rusaknya Lahan, Tidak Jantan, dan Alergi Dengan Pers

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T17:59:37Z


Batang Hari Leko, Marabesnews.com - Maraknya pengeboran minyak  ilegal/ Ilegal Drilling terus menjamur ratusan sumur di wilayah eks tran dusun 7 desa Pangkalan Bulian kecamatan Batang Hari Leko Muba, semangkin bebas berkat tajamnya pergerakan seorang aktor ujung tombak yang mengatas namakan masyarakat. Kamis 26 Februari 2026.


Saudara Benu yang merupakan warga dusun 7 desa Pangkalan Bulian ini  diduga kuat aktor ujung tombak dari Ilegal Drilling ini tercatat dan diketahui memulai sepak terjangnya sejak bulan Juli 2025 hingga Sekarang Februari 2026, dan mungkin terus bersama tim yang tertata rapi dalam menjalankan perannya masing-masing.


Berkat sepak terjang dalam pengelohannya lahan warga yang berasal dari  hutan kawasan yang masih dipertanyakan kejelasan izin resminya, mulai terlihat jelas sisi negatif yang merugikan Negara dan menabrak langsung Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas, karena kegiatan ini mengakibatkan kerusakan alam dan pencemaran lingkungan, dan mengancam kelangsungan hidup ekosistem.


Salah seorang warga setempat yang dirahasiakan saat dibincangi mengatakan bahwa  urusan rek masuk dan di mana lokasinya itu tugasnya Benu.


"Yo pak kalau gawe Benu ngurusi rek-rek masuk dan di ngatur lokasinya" jelasnya.


Sementara itu saudara Benu sangat di datangi awak media untuk konfirmasi atas sepak terjangnya selalu menghindar dan terkesan alergi terhadap media, bahkan kontak WhatsApp dinonaktifkan.


Menyikapi tindakan yang tidak jantan/ kesatria ini awak media bersama tim dalam waktu dekat akan segera melaporkan ke instansi terkait dan juga ke pihak APH, dengan bukti-bukti serta para saksi yang didapat selama ini.


Sampai berita ini diterbitkan saudara Benu belum bisa ditemukan, untuk memberikan hak jawab dan koreksinya guna keseimbangan pemberitaan.(Tim)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update