Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sosok Letjen TNI Mohamad Hasan, Jenderal Komando Kebanggaan Agam di Puncak Kodiklat TNI-AD

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T01:29:49Z


Muara Enim,- Nama Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan merupakan salah satu putra terbaik Sumatera Barat yang kini menempati posisi puncak dalam struktur kepemimpinan TNI Angkatan Darat. Beliau mencatatkan sejarah pengabdian yang sangat prestisius: sejak 30 Desember 2024, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Kodiklat TNI-AD. Sebagai jenderal bintang tiga yang berasal dari Canduang Koto Laweh, Agam, perjalanan kariernya adalah cerminan dari kecerdasan dan ketangguhan seorang anak nagari yang berhasil memimpin satuan-satuan paling elite di republik ini.


Namun, di balik kegemilangan posisi sebagai jenderal bintang tiga tersebut, tersimpan kisah masa muda yang penuh warna di kaki Gunung Marapi. Perjalanan hidup Mohamad Hasan adalah bukti nyata bahwa akar budaya dan pendidikan di kampung halaman merupakan pondasi utama menuju kesuksesan. Meski lahir di Bandung, Hasan memutuskan pulang ke kampung halaman saat kelas 2 SMP. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 1 Ampek Angkek. Menariknya, semasa sekolah ia dijuluki "Si Doel" oleh rekan-rekannya karena kepiawaiannya menulis, sebuah sisi intelektual yang melengkapi ketangguhan fisiknya sebagai lulusan Akademi Militer 1993.


Karier Mohamad Hasan di militer sangat cemerlang, terutama di korps baret merah Kopassus. Keahlian taktis dan kepemimpinannya membawa beliau menduduki jabatan-jabatan populer yang menjadi dambaan setiap prajurit:


- Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus): Memimpin pasukan khusus terbaik Indonesia.

- Komandan Grup A Paspampres: Mengawal langsung keselamatan Presiden Republik Indonesia.

- Panglima Kodam (Pangdam): Pernah memimpin wilayah serambi Mekkah sebagai Pangdam Iskandar Muda dan wilayah ibu kota sebagai Pangdam Jaya.

- Panglima Kostrad (Pangkostrad): Memimpin komando cadangan strategis sebelum akhirnya menjabat sebagai Dankodiklat TNI-AD.


Pengalaman tempurnya pun sangat luas, mulai dari Operasi Seroja di Timor Timur hingga Operasi Nemangkawi di Papua. Keberhasilannya memadukan keberanian lapangan dengan kemampuan strategis menjadikannya sosok jenderal yang sangat disegani. Meski telah mencapai puncak karier, ia tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak melupakan asal-usulnya di Nagari Canduang.


Kisah hidup Mohamad Hasan mengajarkan kita semua bahwa seorang pemimpin yang besar adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara kekuatan otot dan kekuatan otak. Bagi masyarakat Agam dan Sumatera Barat, beliau adalah inspirasi hidup—bahwa seorang anak sekolah dari Simpang Candung bisa melangkah jauh hingga menjadi komandan jenderal yang menjaga kedaulatan bangsa.

(Marsidi) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update