Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

FISIP UNSRI Hadirkan Edukasi Pengolahan Limbah Plastik di Desa Pinang Banjar melalui “Program Kerja Nyata: Cogito Cerdas Sosial 2026”

Minggu, 20 September 2026 | September 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T14:09:44Z


*Muara Enim,* — Mengusung semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya melaksanakan Program Kerja Nyata: Cogito Cerdas Sosial 2026” di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, pada Sabtu (19/9/2026).


Kegiatan kali ini menghadirkan edukasi mengenai pengolahan limbah plastik menjadi produk kreatif berupa gantungan kunci. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kembali limbah anorganik sekaligus membuka peluang peningkatan nilai guna dan nilai ekonomis dari sampah plastik.


Acara yang berlangsung di Balai Desa Pinang Banjar ini dihadiri oleh Kepala Desa Pinang Banjar, perangkat desa, masyarakat setempat, pemateri, serta mahasiswa dan mahasiswi FISIP UNSRI.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diperkenalkan secara langsung pada proses pengolahan limbah plastik menjadi gantungan kunci yang dapat dibuat secara mandiri di rumah.


“Kegiatan ini menarik karena kami baru mengetahui bahwa limbah plastik bisa diubah menjadi barang yang lucu dan bermanfaat, seperti gantungan kunci. Selain itu, proses pembuatannya juga bisa dilakukan sendiri di rumah, sehingga bisa kami praktikkan kembali,” ujar salah satu warga Desa Pinang Banjar.


Pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa limbah plastik merupakan salah satu jenis limbah yang sulit terurai sehingga diperlukan upaya untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.


“Limbah plastik yang sulit terurai diharapkan dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis lebih tinggi, sehingga tidak hanya bermanfaat untuk digunakan sendiri tetapi juga bisa dijual,” ujar pemateri.


Senada dengan hal tersebut, panitia PKN CCS 2026 melihat bahwa tema pengolahan limbah plastik juga memiliki potensi untuk mendukung kegiatan UMKM masyarakat. Pengetahuan mengenai karakteristik sampah anorganik yang sulit terurai diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat limbah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai.


“Tema ini bisa membantu UMKM karena masyarakat jadi mengetahui bahwa sampah anorganik itu sulit terurai, sehingga perlu dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai,” ujar panitia PKN: CCS 2026.


Kepala Desa Pinang Banjar turut mengapresiasi adanya edukasi mengenai pengolahan limbah plastik di desa. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memberikan pengetahuan baru sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengelola limbah yang ada di lingkungan sekitar.


“Desa ini membutuhkan edukasi seperti ini karena dapat menambah pengetahuan dan kreativitas masyarakat dalam mengelola limbah di lingkungan sekitar,” ujar Kepala Desa Pinang Banjar.


Melalui kegiatan PKN: CCS 2026, mahasiswa FISIP UNSRI berupaya menghadirkan edukasi yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat potensi ekonomi dari permasalahan lingkungan. Pengolahan limbah plastik menjadi produk kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

(Red) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update