Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SEBUAH CATATAN DUA SEPUKU, SATU DARAH SEKALA BRAK

Selasa, 29 September 2026 | September 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-30T02:16:11Z



Muara Enim,- Ada kalanya sebuah foto bukan sekadar menyimpan kenangan, tetapi juga merekam sepotong sejarah sebuah keluarga dan perjalanan sebuah daerah.


Di balik sosok Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H. dan Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., terdapat ikatan keluarga yang tidak banyak diketahui oleh generasi sekarang.


Edward Syah Pernong dan Ike Edwin adalah saudara sepupu—berasal dari satu keluarga besar yang memiliki akar kekerabatan dalam Kepaksian Pernong, bagian dari sejarah adat Sekala Brak di Lampung. Sejumlah sumber menyebut keduanya sebagai cucu H. Suhaimi, sementara sumber lain menjelaskan garis keluarga Ike Edwin melalui ayahnya, Pakbatin Bunyamin, yang merupakan saudara dari Pak Dalom Maulana Balian.


Jadi, hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan karena sama-sama putra Lampung atau sama-sama pernah berdinas di Kepolisian. Ada pertalian darah dan akar adat yang mempertemukan keduanya.


Menariknya, ikatan keluarga itu kemudian beriringan dengan perjalanan pengabdian mereka di Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Pada 11 Januari 2016, Ike Edwin resmi dilantik sebagai Kapolda Lampung menggantikan Edward Syah Pernong. Dengan demikian, tongkat kepemimpinan Polda Lampung berpindah dari seorang sepupu kepada sepupunya sendiri—sebuah momen yang memiliki cerita tersendiri dalam perjalanan sejarah kepolisian di Lampung.


Di dalam kehidupan adat, keduanya juga memiliki posisi penting. Edward Syah Pernong dikenal sebagai Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 dari Kepaksian Pernong, sementara Ike Edwin juga dikenal memiliki peran dalam lingkungan adat Kepaksian Pernong.


Maka, ketika melihat foto dua tokoh ini, yang terlihat bukan hanya dua sosok perwira tinggi Polri.


Kita sedang melihat dua sepupu dari satu rumpun keluarga, dua putra Lampung, dua perjalanan pengabdian, dan dua sosok yang membawa nama serta akar budaya Sekala Brak dalam perjalanan hidup mereka.


Waktu boleh berlalu.

Pangkat boleh berganti.

Jabatan boleh berakhir.


Tetapi darah keluarga, akar sejarah, dan warisan budaya akan selalu menjadi bagian dari cerita yang tidak lekang oleh zaman.


Karena sejarah bukan hanya tentang siapa yang pernah memegang jabatan, tetapi juga tentang dari mana seseorang berasal dan nilai apa yang diwariskannya kepada generasi berikutnya.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update