Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harapan Masyarakat: Sedekah Dusun, Tradisi yang Semakin Hilang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | Oktober 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-10T08:02:09Z


KARANG ENDAH SELATAN — Sabtu, 10 Oktober 2026 menjadi hari yang terasa sepi bagi warga Desa Karang Endah Selatan. Kegiatan yang sudah lama dinantikan, peringatan ulang tahun desa sekaligus pelaksanaan Sedekah Adat, batal dilaksanakan untuk kedua kalinya. Semangat warga yang sudah terkumpul perlahan melemah, digantikan rasa kecewa yang mendalam.

 

Sedekah Dusun bagi warga bukan sekadar pesta atau pesta rakyat. Tradisi ini adalah jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan leluhur — momen untuk mengenang bagaimana Desa Karang Endah Selatan terbentuk, menjaga warisan nenek moyang, dan merajut kembali nilai-nilai yang mulai luntur.

 

Dalam tradisi ini, ada pesan mendalam yang diajarkan sejak dulu: bagaimana bujang dan gadis diajarkan kedisiplinan, hormat kepada orang tua, dan menjaga tata krama desa. Salah satu aturan yang masih dipegang erat ialah: tamu dari luar desa tidak boleh berkeluyuran atau diterima di rumah warga setelah pukul 9 malam. Bukan tanpa alasan — aturan ini lahir untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kehormatan warga desa.

 

Masyarakat menyadari zaman terus berkembang dan dunia semakin terbuka. Namun kehadiran Sedekah Dusun diharapkan tidak hilang. Secara sederhana, tradisi ini menjadi cermin moral bagi anak-anak muda — pengingat lembut agar di tengah arus perubahan, mereka tidak kehilangan jati diri, sopan santun, dan rasa hormat kepada orang tua serta lingkungannya.

 

"Kami tidak meminta hal yang berlebihan. Hanya ingin tradisi leluhur tetap berjalan, supaya anak cucu tahu dari mana mereka berasal dan bagaimana cara menjaga diri," ucap salah satu warga.

 

Masyarakat Desa Karang Endah Selatan berharap, ke depannya pelaksanaan Sedekah Dusun dapat kembali terlaksana secara berkelanjutan, agar warisan budaya dan moralitas desa tidak perlahan hilang ditelan zaman.

(Red) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update